Pages Menu
Categories Menu

Posted on Nov 29, 2017 in Kegiatan | 0 comments

Menegaskan Jati Diri Pemuda Muslim

Menegaskan Jati Diri Pemuda Muslim

TemanSurga.Com – Back to Muslim Identity Community mengadakan agenda BMI Community Gathering dengan tema “Menegaskan jati diri pemuda muslim”. Agenda berisi diskusi interaktif, penayangan video dokumenter serta monolog. Forum ini dihadiri lebih dari 100 mahasiswi dari berbagai organisasi Kampus di Kalimantan Timur. BMI Community Ghatering ini diadakan sebagai bentuk kepedulian aktivis mahasiswi yang merupakan “Agent Of Change” terhadap keadaan negeri dan juga jati diri pemuda yang semakin alergi dan phobia terhadap ajaran islam kaffah.

HOST membuka forum ini dengan semangat yang membara, dan disambut dengan sapaan yang semangat pula dari para aktivis. Lantunan ayat suci yang dibacakan oleh ukhti Nurhayati membuka forum ini dengan susasana keimanan dan ghirah perjuangan.

Aktivis maupun mahasiswi secara umum yang senantiasa bergerak untuk perubahan bangsa yang lebih baik, menunjukkan kepeduliannya terhadap negeri ini dengan menghadiri Forum ini. Dalam penjelasannya, Ukhti Nindy Nur Rahmawati, selaku Pemateri 1 menyampaikan bahwa seharusnya kita bangga akan jati diri sebagai seorang muslim karena sejatinya identitas bangsa kita adalah islam, lahirnya perjuangan pembelaan kemerdekaan karena spirit islam yang dilakukan oleh ulama. Dan sejarah membuktikan nusantara pernah menjalin hubungan baik dengan kekhalifahan islam yang pernah ada pada waktu itu.

Tidak hanya itu Pemaparan Pemateri ke 2 juga semakin mempertegas akan konspirasi barat untuk mematikan denyut kebangkitan islam dalam diri umat islam. Konspirasi ini diawali dengan mencabut institusi daulah islam dari diri kaum muslimin sejak tahun 1924, yang berefek pada jauhnya umat islam dari penerapan islam secara kaffah. Kemudian memecah belah negara-negara kaum muslimin dibawah spirit nasionalisme. Bahkan barat pun senantiasa melakukan propaganda-propaganda terselubung untuk mematikan suara kebangkitan islam dari diri umat, salah satunya upaya deislamisasi yang bertujuan membuat umat semakin alergi ketika membicarakan islam dan phobia dengan ajaran islam kaffah. Untuk itu ibu Juli Nurdiana kembali menegaskan, dengan krisis identitas islam saat ini pemuda butuh framework yang benar untuk menakar permasalahannya..

Pembahasan yang sangat menarik ini, dilanjutkan dengan sesi diskusi. Ukhti Mugawana yang merupakan Mahasiswi dari Sangata memberikan tanggapannya dan juga pertanyaan bahwa Ia sangat setuju dan sepakat dengan penyampaian materi tersebut. Namun mayoritas umat islam saat ini masih beranggapan jika terjadi penerapan khilafah di Indonesia ini adalah hal yang sulit, karena Indonesia merupakan negara Pancasila dan berbhineka.

Dengan jawaban yang singkat dan analisis yang tajam oleh kedua pemateri semakin meyakinkan peserta akan islam sebagai sebuah real system yang sesuai karena bersumber dari wahyu Allah swt. Dan sejatinya jnila-nilai Pancasila akan terealisasi sempurna jika islam diterapkan, justru hal ini bertolak belakang dengan yang terjadi saat ini dimana mengaku pancasilais tetapi kebijakan nya menyakiti rakyat seperti menaikkan harga bbm, listrik dan tidak adanya kesejahteraan bagi rakyat. Dan islam mengakui adanya keberagaman justru pernah terjadi dimasa daulah islam keberagaman agama hidup dengan tentram dimana islam-kristen dan yahudi bisa hidup dengan harmonis tidak terjadi perpecahan dsb.

BMI Community Gathering diakhiri dengan orasi yang membakar ghirah mahasiswa untuk senantiasa meneguhkan diri dalam perjuangan islam kaffah yang dibawakan oleh Ukhti Nur aznizah , mahasiswa kedokteran.
Agenda ini ditutup oleh doa yang dipimpin oleh ukhti Lutfi. Ukhti Ayu menutup acara ini dengan pesan dan kata-kata yang semakin membangkitkan semangat perjuangan para aktivis.[BacktoMuslimIdentity]

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *